Langsung ke konten utama

Tiap Tiga Peserta Wakili PWNU & PCNU Pada Muktamar Ke-34


Panitia Nasional Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) telah mengambil pilihan skema kepesertaan yang dinilai moderat dengan tiga orang utusan dari setiap wilayah dan cabang. Masing-masing utusan tersebut adalah rais syuriyah, ketua tanfidziyah, dan kiai non-struktural. “Jadi satu orang rais syuriyah, satu orang ketua tanfidziyah, dan satu orang kiai kultural. Itu jumlahnya sekitar 2.000-an, dengan panitia sudah hampir 3.000. Kita ambil pilihan yang paling moderat. Kan ada pilihan dua sampai empat. Kita ambil yang tiga orang,” terang Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-34 NU Kiai Imam Aziz, kepada NU Online, pada Kamis pekan lalu.

Pilihan skema peserta dengan masing-masing tiga orang itu, berasal dari 34 PWNU (102 orang), 521 PCNU (1.563 orang), 31 PCINU (93 orang), serta 14 badan otonom (42 orang) dan 18 lembaga (54 orang) di tingkat pusat. Ditambah pula utusan PBNU dari unsur syuriyah (32 orang), mustasyar (15 orang), a’wan (20 orang), dan tanfidziyah (38 orang). Maka total peserta sebanyak 1.959 orang. kemudian ditambah jumlah panitia sebanyak 336 orang, sehingga akan ada 2.295 peserta resmi yang menghadiri muktamar.

BACA JUGA : ”Bule Kanada Tinggal Di Pangandaran Miliki Kebun Luas”

Kiai Imam Aziz mengatakan bahwa utusan-utusan yang secara resmi telah ditetapkan itu harus mendaftar secara online (daring) yang bakal disiapkan oleh panitia. Pendaftaran ini berbasis nomor induk kependudukan (NIK) yang langsung terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Namun, saat ini pendaftaran belum dibuka karena masih ada beberapa hal yang berada di luar tugas kepanitiaan seperti pengurus cabang dan wilayah yang belum menggelar konferensi. Setelah itu, panitia akan segera membuka pendaftaran online. “Yang utusannya itu harus mendaftar online, lalu juga dari daftar online itu nanti ada basis NIK yang bisa masuk ke Peduli Lindungi, kita bisa lihat, sejarah vaksinasi. Jadi kalau peserta resmi, kita urusi benar. Tetapi kalau (peserta) yang lain-lain, terserah mereka,” tegas Kiai Imam.

Tiga Peserta Wakili Tiap PWNU dan PCNU pada Muktamar Ke-34 Aru Lego Triono Senin, 8 November 2021 | 21:30 WIB BAGIKAN: Jakarta, NU Online Panitia Nasional Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) telah mengambil pilihan skema kepesertaan yang dinilai moderat dengan tiga orang utusan dari setiap wilayah dan cabang. Masing-masing utusan tersebut adalah rais syuriyah, ketua tanfidziyah, dan kiai non-struktural. “Jadi satu orang rais syuriyah, satu orang ketua tanfidziyah, dan satu orang kiai kultural. Itu jumlahnya sekitar 2.000-an, dengan panitia sudah hampir 3.000. Kita ambil pilihan yang paling moderat. Kan ada pilihan dua sampai empat. Kita ambil yang tiga orang,” terang Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-34 NU Kiai Imam Aziz, kepada NU Online, pada Kamis pekan lalu. Pilihan skema peserta dengan masing-masing tiga orang itu, berasal dari 34 PWNU (102 orang), 521 PCNU (1.563 orang), 31 PCINU (93 orang), serta 14 badan otonom (42 orang) dan 18 lembaga (54 orang) di tingkat pusat. Ditambah pula utusan PBNU dari unsur syuriyah (32 orang), mustasyar (15 orang), a’wan (20 orang), dan tanfidziyah (38 orang). Maka total peserta sebanyak 1.959 orang. kemudian ditambah jumlah panitia sebanyak 336 orang, sehingga akan ada 2.295 peserta resmi yang menghadiri muktamar. Kiai Imam Aziz mengatakan bahwa utusan-utusan yang secara resmi telah ditetapkan itu harus mendaftar secara online (daring) yang bakal disiapkan oleh panitia. Pendaftaran ini berbasis nomor induk kependudukan (NIK) yang langsung terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Namun, saat ini pendaftaran belum dibuka karena masih ada beberapa hal yang berada di luar tugas kepanitiaan seperti pengurus cabang dan wilayah yang belum menggelar konferensi. Setelah itu, panitia akan segera membuka pendaftaran online. “Yang utusannya itu harus mendaftar online, lalu juga dari daftar online itu nanti ada basis NIK yang bisa masuk ke Peduli Lindungi, kita bisa lihat, sejarah vaksinasi. Jadi kalau peserta resmi, kita urusi benar. Tetapi kalau (peserta) yang lain-lain, terserah mereka,” tegas Kiai Imam. Baca: Muktamar NU dan Catatan Sejarahnya dari Masa ke Masa Antisipasi kerumunan Meski begitu, panitia tetap berharap gelaran muktamar tidak sampai menimbulkan kerumunan dan bahkan menciptakan klaster Covid-19. Panitia juga akan mengatur agar supaya peserta resmi maupun peserta tidak resmi bisa nyaman berada di Lampung. “Kita akan buat supaya mereka tidak harus wira-wiri. Bahkan kita menyiapkan aplikasi bazzar virtual. Jadi nanti saya di mana, pesan apa gitu, langsung diantar. Nggak usah ada bazzar yang ramai. Bahkan, acara-acara hiburan, misalnya ada acara musik, itu virtual semua,” katanya. Sebagai upaya menjaga kerumunan itu, panitia telah membuat berbagai skenario untuk meyakinkan pemerintah bahwa gelaran Muktamar ke-34 NU ini taat pada protokol kesehatan. Kerumunan, sebisa mungkin, akan diminimalisasi.

BACA JUGA : ”Bule Kanada Tinggal Di Pangandaran Miliki Kebun Luas”

“Kita tidak bisa mencegah orang ke Lampung. Kita juga akan pasang layar-layar di mana-mana seperti di penginapan dan di hotel-hotel peserta yang tidak resmi. Semuanya dipasang, termasuk juga nanti kita gunakan aplikasi khusus, untuk belanja dan nonton muktamar. Misalnya ada pilihan tayangan yang di UIN dan yang di Darussa’adah juga bisa,” jelasnya. Untuk mengurangi mobilitas dan kerumunan, panitia memastikan agar pembukaan di Pesantren Darussa’adah hanya dihadiri sebagian orang saja. Peserta sudah mulai dibagi sejak pendaftaran dan kedatangannya.

“(Peserta) yang sudah di Darussa’adah, ya sudah di situ saja, yang sudah di UIN ya sudah di UIN saja untuk mengurangi. Meskipun kita tidak bisa mencegah orang wira-wiri, tapi mengurangi mobilitas dan kerumunan. Itu yang paling penting,” katanya. Kiai Imam menambahkan, ingkungan Pesantren Darussa’adah sejak gapura di pinggir jalan raya, akan disterilisasi saat pembukaan muktamar nanti. Semua peserta bakal diberikan kesempatan memarkir kendaraan di sebuah lahan yang berada di seberang gapura selamat datang Pesantren Darussa’adah. “Kita akan siapkan mobil khusus untuk menjemput dan mengantar peserta ke lokasi pembukaan muktamar. Jalanan menuju Darussa’adah dari gapura dibuat hanya satu arah. Pulangnya, nanti mencari jalan lain agar tidak berkerumun,” pungkasnya.

Sumber : NU ONLINE

Postingan populer dari blog ini

GERAKAN NASIONAL RA MEMBATIK DALAM RANGKA MEMPERINGATI BATIK NASIONAL TAHUN 2025 PC IGRA PARIGI

  Ratusan murid Raudatul Athfal (RA) se-kecamatan Parigi berkumpul dalam kegiatan Nasional RA Membatik yang digelar di Tanjung Cemara, Dsn. Sukarsik, Kec. Sidamulih, Kab. Pangandaran, Provinsi. Jawa Barat. Pada Tanggal 2 OKTOBER 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan budaya batik di usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan Generasi muda yang cinta terhadap Budaya Indonesia Makannya harus di pupuk sejak dini. Ucap Siti Mardiah (Ketua Pelaksana) . Kegiatan ini serentak di seluruh Indonesia tentunya kegiatan ini berbeda-beda setiap tahunnya dan bersamaan hari ini dengan Peringatan hari batik nasional maka kami mengambil kegiatan membatik ini. Tambah Siti Mardiah dalam wawancara Pada 02/10/2025. https://mediasumber7.blogspot.com/2025/08/pc-ipnu-pangandaran-mengecam-tindakan.html Menurut bapak H. Akhmad Rifa'i, S.Ag., MM. (Kasi Penmad Kementrian Agama Kab. Pangandaran) Kegiatan ini bartujuan untuk mengenalkan Budaya yang menjadi identitas Indonesia atau batik itu...

PC IPNU PANGANDARAN MENGECAM TINDAKAN APARAT, KEADILAN UNTUK KORBAN, EVALUASI UNTUK POLRI

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Pangandaran menyoroti kejadian atas kejadian demonstrasi 28 Agustus 2025 yang menyebabkan adanya korban jiwa yang merupakan pengemudi ojek online (ojol). PC IPNU Pangandaran menyatakan sikap tegas mengecam keras tindakan represif aparat yang menimpa masyarakat, termasuk insiden memilukan ketika seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban pelindasan oleh mobil Brimob. Sekretaris IPNU Pangandaran, Muslih Kurnia menegaskan bahwa kejadian itu mencoreng wajah kepolisian sekaligus melukai rasa kemanusiaan. Menurutnya, aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru melakukan tindakan anarkis yang tidak bisa ditoleransi. “Kami dari PC IPNU Pangandaran menyatakan dengan tegas  mengutuk tindakan represif aparat, khususnya tragedi penindasan pengemudi ojek online oleh mobil Brimob. Polisi seharusnya hadir untuk mengayomi masyarakat, bukan menjadi ancaman bagi rakyat kecil yang mencari nafkah,” tegas Muslih, Jumat (29/8/2025...

Gerakan Pemuda Ansor Pangandaran Desak Pemda Tegaskan Penggunaan IPAL di Dapur SPPG harus Sesuai Standar

Yosep Wakil Ketua PC GP Ansor Pangandaran desak Pemda tegaskan IPAL di Dapur SPPG harus sesuai standar  Pangandaran - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pangandaran meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk memastikan bahwa seluruh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Giji (SPPG) di wilayah Pangandaran menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar  Yosep Wakil Ketua PC GP Ansor Pangandaran Bidang Lingkungan Hidup menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah baik Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan gizi Generasi Bangsa, terutama anak-anak usia sekolah. Namun, aspek lingkungan tidak boleh diabaikan. “Program makan bergizi gratis sangat bermanfaat, tetapi proses pengolahan makanannya juga harus memperhatikan dampak lingkungan. Kami mendorong DLHK Pangandaran untuk memastikan setiap dapur SPPG memiliki IPAL yang layak dan berfungsi baik,” ujarnya. Menurut Yosep...